Super Tucano di Langit Indonesia

Kalau tidak alang melintang, tidak lama lagi TNI-AU akan menerima 4 Embraer EMB-314 atau juga dikenal sebagai A-29 Super Tucano yang langsung diterbangkan secara ferry dari fasilitas milik Embraer Defence and Security di Gaviao Peixoto, Sao Paulo, Brazil. Ke-4 pesawat ini merupakan batch pertama dari 16 unit yang direncanakan untuk mengisi Skuadron 21 di Malang.

A-29 Super Tucano akan mengisi peran sebagai pesawat COIN (Counter Insurgency) yang telah lama kosong setelah digrounded OV-10 Bronco yang telah habis masa pengabdiannya kepada ibu pertiwi pada tahun 2004 yang lalu. OV-10 Bronco sudah membuktikan dirinya untuk menyandang gelar ‘battle proven’ karena telah terlibat aktif dalam setiap palagan pertempuran baik di Aceh, Papua sampai Timor Timur.

A-29 Super Tucano sendiri merupakan pesawat turboprop yang dirancang untuk serang ringan, counter insurgency/lawan gerilya (COIN), Bantuan Tembakan Udara Langsung/Close Air Support, dan misi pengintaian. Super Tucano sendiri telah dilengkapi dengan perlengkapan avionics generasi ke-empat dan dapat menggunakan persenjataanyang bepresisi tinggi.

Saat ini keluarga besar Tucano, termasuk EMB-312 Tucano sudah di gunakan oleh 14 operators di seluruh dunia, termasuk Royal Air Force (RAF – Angkatan Udara Kerajaan Inggris). Untuk A-29 Super Tucano sudah di gunakan oleh 6 operator dan di pesan oleh 3 operator termasuk Indonesia. Sejauh ini sejak 2003 diluncurkan, sudah 158 unit di gunakan di seluruh dunia.

Super Tucano sendiri bisa di kategorikan sebagai pesawat yang ‘battle proven’. Para penggunanya di Amerika Latin seperti Brazil dan Ekuador telah menggunakan untuk operasi keamanan dalam negeri untuk menghadapi pemberontak maupun perdagangan obat bius dan penyelundupan senjata yang cukup marak dengan hasil yang baik.

Super Tucano sendiri di tenagai oleh 1600 SHP Pratt & Whitney PT6-A-68/3 turboprop yang sudah dilengkapi oleh FADEC (Full Authority Digital Engine Control) dan EICAS (Engine Indication and Crew Alerting Systems). Mesin ini juga digunakan oleh KT-1 Wong Bee yang dimiliki oleh TNI-AU sehingga menciptakan commonality of parts yang akan mempermudah logistik dan pemeliharaan TNI-AU . Mesin ini memberikan kecepatan 590 km/h dan dapat mencapai radius sejauh 1330 km.

Untuk perlengkapan avionicsnya, Super Tucano dilengkapi oleh state-of-the arts sistem avionics yang didesign untuk mempermudah kerja pilot melalui optimatisasi seluruh tugas seperti tracking, interception, surveillance, support, dsb. Kokpit Super Tucano sudah dilengkapi dengan Multi-Function Display, All-glass low workload cockpit for situational awareness. Selain itu Super Tucano juga sudah dilengkapi Head Up Display (HUD), Forward Looking Infra Red (FLIR) untuk penjejakan target yang lebih akurat, INS yang sebelumnya hanya dijumpai pada pesawat-pesawat tempur jet modern.

Untuk persenjataannya, Super Tucano dapat membawa payload sebesar 1550 kg. Berbagai macam persenjataan dapat di bawa tergantung misi yang diemban, mulai dari internal gun 2×12.7mm FN Herstal M3P, roket, rudal udara-udara sekelas AIM-9 sidewinder, rudal udara-darat AGM-65 Maverics, multi purpose bom seperti MK 82, sampai dengan senjata presisi udara-darat seperti Laser Guided paveway. Sehingga Super Tucano bisa membabat sasaran mulai dari infantry musuh, fasilitas infra struktur, hingga bunker dan tetap dapat secara mandiri untuk mempertahankan diri dari serangan udara musuh. Suatu kemampuan yang tidak dimiliki oleh pendahulunya, OV-10 Bronco.

Berikut adalah data teknis dan spesifikasi dari A-29 Super Tucano :

General characteristics
Crew: One pilot on single seat version, one pilot plus one navigator/student on double seat version
Payload: 1,550 kg (3,420 lb)
Length: 11.42 m (37 ft 6 in)
Wingspan: 11.14 m (36 ft 7 in)
Height: 3.9 m (12 ft 9.5 in)
Wing area: 19.4 m² (209 sq ft)
Empty weight: 3,200 kg[111] (7,055 lb)
Max. takeoff weight: 5,400 kg (11,905 lb)
Powerplant: 1 × Pratt & Whitney Canada PT6A-68C turboprop, 1,600 hp (1,193 kW)

Performance
Maximum speed: 590 km/h (319 knots, 367 mph)
Cruise speed: 520 km/h (281 knots, 323 mph)
Stall speed: 148 km/h (80 knots, 92 mph
g-limits: +7/-3.5 g)
Range: 720 nmi (827 mi, 1,330 km)
Combat radius: 550 km (300 nmi, 342 mi) (hi-lo-hi profile, 1,500 kg (3,300 lb) of external stores)
Ferry range: 1,541 nmi (1,774 mi, 2,855 km)
Endurance: 8hrs 40mins
Service ceiling: 10,668 m (35,000 ft)
Rate of climb: 24 m/s (79 ft/s)

Penulis berpendapat bahwa pemilihan A-29 Super Tucano adalah tepat sebagai pengganti OV-10 Bronco. Namun demikian, penulis berpendapat bahwa penempatan Skuadron 21 di Malang bukanlah penempatan yang ideal berdasarkan azas utilitas-nya.

Saat ini trouble spot yang masih mungkin timbul adalah Nanggroe Aceh Darusalam, sepanjang perbatasan dengan Malaysia di Kalimantan, Papua, serta perbatasan dengan Timor Leste. Dengan jarak tempuh sejauh 1330 km, adalah tidak mungkin bagi A-29 Super Tucano untuk terbang langsung ke trouble spot dan kembali ke pangkalan tanpa adanya perpindahan ke lapangan udara aju. Idealnya kita memiliki 4 Skuadron A-29 Super Tucano untuk di tempatkan di Lanud Medan, Lanud Supadio Pontianak, Lanud Biak/Jayapura, dan Lanud Kupang. Inilah adalah lanud-lanud yang dekat potensial trouble spot sehingga aksi dan reaksi dapat dilakukan dengan cepat. Selain itu penempatan ini juga merupakan deterrence atau daya gentar kepada negara tetangga yang saat ini masih sering ‘mengganggu’ kedaulatan NKRI. Untuk sekarang ini dengan baru tersediannya 1 Skuadron, maka penempatan yang ideal menurut penulis adalah antara di Lanud Supadio, Pontianak atau di Lanud Biak/Jayapura mengingat eskalasi gangguan keamanan yang masih ada dan tinggi sehingga memiliki urgensi untuk penempatan skuadron pesawat seperti A-29 Super Tucano.

Akhirnya, penulis mengucapkan selamat datang kepada Super Tucano di Indonesia. Kami semua menunggu darma bakti-mu kepada Ibu Pertiwi.

Swa Buwana Paksa…!!!

Lobam, 12-Agustus-2012

Reference :
Jim Winchester, “The Aviation Factfile, Modern Military Aircraft”, Amber Books
http://www.wikipedia.org
http://www.embraerdefencesystems.com

Advertisements

Leave a comment

Filed under Teknologi Militer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s